Minggu, 09 Desember 2012

Gejala-gejala skizofrenia

Adapun gejala - gejala umum yang terjadi pada skizofrenia adalah sebagai berikut (Isaacs, 2005: 151-152).


1) Waham: keyakinan keliru yang sangat kuat, yang tidak dapat dikurangi

   dengan menggunakan logika.

2) Asosiasi longgar: kurangnya hubungan yang logis antara pikiran dan gagasan yang

   dapat tercermin pada berbagai gejala.

3) Halusinasi: persepsi sensorik yang keliru dan melibatkan panca indra                             

   Dalam skizofrenia halusinasi pendengaran merupakan halusinasi yang paling banyak terjadi.

4) Ilusi: salah menginterpretasikan stimulus lingkungan.

5) Depersonalisasi atau derealisasi: individu merasa bahwa dirinya

   sudah berubahsecara  mendasar.

6) Afek datar: tidak adanya respon emosional afek juga dapat digambarkan sebaga

   tumpul (respon datar) atau tidak tepat kebalikan dengan apa yang diharapkan dari suatu situasi.

7) Ambivalensi: adanya konfik atau pertentangan emosi yang menyebabkan sulitnya individu

   menentukan pilihan atau keputusan.

PENYAKIT HODGKIN


Seperti limfoma lainnya penyakit hodggkin adalah penyakit keganasa tanpa diketahui penyebabnya yang bersal dari system limfatika dan terutama melibabatkan nodus limfe. Biasana lebih sering terjadi pada peria dibandingkan wanita danmempunyai ddua puncak insidensi; sato pada awal-20an dan  lain pada usia 50. Karena kebanyakan manifestasinya serupa dengan infeksi, maka harus dilakukan ppemeriksaan diagnostic untuk menyingkirkan adanya infeksi.
Sel ganas penyakit Hodgkin adalah “ reed sternburg cells”. Suatu sel tumor raksasa yang khas, dengan morfologi unik dan batas sel tidak jelas. Sel ini merupakan tanda patologis dan merupakan kretiria diagnostic yang peting pada penyakit Hodgkin.
Penyakit hogkin biasanya diklasifikasikan berdasarkan pada kreteria patologi yang mencerminkan drajat keganasan dan mengarahkan pda prognoosisinya. Apabila limfosit mendominasi, misalnya, dengan sel reed sternbuurg dan keterlibatan minimal nodus. Prognosisnya jauh lebih baik dari pada jumlah limfositnya rendah dan semua nodus limfe digantikan oleh sel tumor jenis primitive. Kebenyakan pasien berada dalam posisi antara jumlah dan sifat merusak sel tumornya., drajat respo tehadap terapi, dan prognosis keseluruhan.   

TERAPI PACEMAKER


Pacemaker adalah alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik berulang keotot jantung untuk mengontrrol frekuensi jantung. Alat ini memulai dan mempertahankan frekuensi jantung ketika pacemaker alamiah jantung tak mampu lagi memenuhi fungsi nya. Pacemaker biasanya digunakan bila pasien mengalami gangguan hantaran atau loncatan gangguan hantaran yang mengakibatkan kegagalan curah jantung.
Pacemaker bisa bersifat permanen atau temporer. Pacemaker permanen biasanya digunakan pada penyakit jantung kmplet ireversibel, sedangkan pacemaker temporer digunakan sebagai terapi tambahan untuk menyokong pasien yang mengalami penyekat jantung. Akibat infrak miokard atau setelah pembedehan jantung terbuka.
Pada bebeapa kasus, pacemaker dapat juga digunakan untuk mengontrol takikardi distrimia yang tidak berespon terhadap terapi pengobatan.

FAKTOR RESIKO PENYAKIT ARTERI KORENER


Riwayat kesehatan,sebagai bagian dari pengkajian kardiovaskuler,harus meliputi pertanyaan mengenai praktek promosi kesehatan pasien. Penelitian epidemologismenunjukan bahwa berbagai kondisi atau tingkah laku tertentu, yang dinamakan factor risiko, berhubungan dengan tingginya insidens penyakit arteri koroner. Factor resiko diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana hal tersebut dapat diubah melalui perubhan gaya hidup atau tingkah laku.
Factor resiko yangtidak dapat dirubah meliputi yang berikut:
·         Riwyatkeluarga positif menderita masalah jantung
·         Peningkatan usia
·         Jenis kelamin
·         Ras
Factor resiko yang dapat diubah meliputi yang berikut :
·         Tingginya kadarkolesterol darah
·         Tingginya tekanan darah
·         Merokok
·         Tingginya kadar glukosa darah
·         Obesitas
·         Inaktivitas fisik
·         Stress
·         Penggunaan kontrasepsi oral
Pengkajian factor resiko mmerupakan bagian pengkajian kardiovaskuler yang penting.